Archive for category Berita Kota

Bangkitnya SUNAN

6 Komentar

Jago Partai Demokrat Batal Daftar Pilwali

Surabaya Post; Senin 14/07/2008
| 12:15:00 |

Mojokerto – Partai Demokrat Kota Mojokerto akhirnya mengurungkan niatnya mendaftarkan Calon Walikota Mojokerto ke KPUD Kota Mojokerto. Sehingga peserta Pemilihan Walikota Mojokerto tahun 2008 diikuti 4 pasang peserta.

Mereka berasal dari pasangan Ir H Abdul Gani Soehartono – Noercholis dengan sebutan (An Nur) dari PDIP, Hendro Suwono SH Mh – Suhartono SH (H2O) dari Partai Golkar dan PKS, Djoni Sudjatmoko – Abdullah Fanani (Sunan) dari PKB, dan Sholehhudin – Diaz Roychan ( Sandi) dari PAN, PKPI, Partai Patriot dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Urungnya Partai Demokrat memberangkatkan calonnya ikut Pilwali Kota Mojokerto karena partai yang diajak berkoalisi membatalkan bergabung di partai tersebut. Sehingga, jumlah suara yang dimiliki PD dan PPP tidak memenuhi persyaratan undang-undang Pilkada.

Wakil Ketua Partai Demokrat, Paulus Swasono saat dikonfirmasi di Kantor DPRD Kota Mojokerto, Senin (14/7) mengatakan, kegagalannya partainya mengusung calon sendiri dalam Pilwali ini, karena dua partai digandeng untuk berkoalisi mengurungkan niatnya. Keduanya adalah PPP dan PDS. Partai PPP ada kendala dengan kepengurusan, sedangkan PDS memutuskan berkoalisi dengan Partai Koalisi Pelangi (PAN,dan PDS).

Menurut dia, meskipun partainya tidak jadi mengusung calon sendiri, namun suara partainya optimistis akan menjadi rebutan pasangan calon walikota. Karena, partainya memiliki 3 kursi di parlemen.

Selain itu masih ada partai yang mengambil formulir pendaftaran yang tak mendaftarkan calonnya, seperti Partai Demokrat. Yakni Partai PKB versi Muhaimin. Namun, sampai kini Ketua PKB versi Muhaimin Kota Mojokerto, Iwan Rokhim belum bisa dikonfirmasi masalah ini.

Sedangkan Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto sekaligus tim sukses pemenangan pasangan An Nur (Abdul Gani Soehartono – Nurcholis) otimistis jagonya bisa meraih suara banyak. Karena, sekarang ini dia memiliki modal suara minimal 20%. Belum lagi ditambah dari dukungan masyarakat di luar pengurus, kader dan simpatisan PDIP.

Hal senada juga dikatakan, Rakhmat Sulfie tim pemenangan dari pasangan H2O( Hendro Suwono – Suhartono) yang kini juga memiliki modal dukungan suara 20 %. Suara itu diperoleh dari tiga partai koalisi Pratai Golkar, dan PKS.

Sedangkan Ketua DPC PKB Kota Mojokerto, Abdullah Fanani sekaligus calon Wakil Walikota dari PKB, optimistis pasangan SUNAN ( Djoni Sudjatmoko – Abdullah Fanani) akan mendapat suara lebih banyak dari pasangan lainnya. Karena sekarang ini partainya sudah memiliki modal dukungan suara 24%.

Yang tak kalah optimistisnya adalah, Drs Mulyadi, Ketua DPC PAN Kota Mojokerto, sekaligus tim pemenangan pasangan SANDI (Sholehhudin – Dias Roychan). Mantan Ketua LSM Dobrak yang bergerak dalam advokasi perburuhan di Mojokerto ini berjuang keras untuk memenangkan jagonya. “Kita sudah memiliki modal dukungan suara 20% dari tiga partai, dan kini akan kita tambah lagi dengan melakukan koalosi dengan parpol lain, dan masyarakat umum,” katanya.

Sementara Ketua KPUD Kota Mojokerto, Chusnun Amin SH membenarkan kalau Pilwali Kota Mojokerto diikuti 4 pasang calon. Mereka berasal dari pasangan An Nur, SUNAN, H2O, san Sandi.(bas)

3 Komentar

Siapa Pilihan Walikota – Wakil Walikota Kota Mojokerto Periode 2009-2014

Hasil Polling http://www.mojokertokota.go.id, per 19-Juli-2008, 09:23

Siapa Pilihan Walikota – Wakil Walikota Kota Mojokerto Periode 2009-2014

Abdul Gani Soehartono-Noer Cholis (An Nur) __________ 26.97 % ( 24 )
Hendro Suwono-Suhartono (H2O) ___________________ 21.35 % ( 19 )
Djoni Sudjatmoko-Abdullah Fanani (SUNAN) ___________ 40.45 % ( 36 )
Sholahuddin-Diaz Roychan (SANDI) ___________________ 8.99 % ( 8 )

10 Komentar

PKB Resmi Rekom Djoni-Fanani

http://www.jawapos.co.id; Radar mojokerto, 8 Juli 2008

MOJOKERTO – Teka-teki rekomendasi cawali-cawawali PKB akhirnya terjawab kemarin. DPP PKB akhirnya merekomendasi pasangan Djoni Sudjatmoko-Abdullah Fanani untuk maju pada pemilihan wali kota, 27 Oktober mendatang.

Kepastian rekom pasangan ini diketahui melalui surat bernomor: 337/DPP-02/V/A.I/VII/2008 tertanggal 5 Juli 2008 itu ditandatangani oleh Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid, Sekretaris H Muhyidin Arubusman serta Ketua Umum Dr Ali Masykur Moesa Msi dan Sekjen Zannuba A. C. Wahid (Yenny).

”Kita memang menerima surat itu kemarin setelah kita menjemput surat ini ke DPW Jatim,” kata Ketua DPC PKB Kota, Abdullah Fanani. Menurutnya, seperti gambaran awal, hasil rekomendasi tersebut tak lepas dari nama-nama yang diusulkan hasil Musyawarah Kebangkitan (Muskit). Hasil Muskit, dua nama yang diusung sebagai cawali yaitu Djoni Sudjatmoko dan Anshor Cholil, sedangkan cawawali mengusung nama Abdullah Fanani dan Tatok Setyadi.

Fanani menambahkan, sehari sebelum turunnya surat rekomendasi DPC PKB Kota telah mengadakan rapat pleno. Hasilnya, DPC segera mengumpulkan semua pengurus ranting untuk mensosialisasikan rekom DPP PKB. ”Hal ini sesuai dengan isi rekomendasi DPP PKB,” imbuhnya.

Mantan anggota DPRD Kota Mojokerto periode 1999 – 2004 ini optimistis, duet PKB ini bakal memenangkan pertarungan dalam Pilwali 2008 ini. Selain memiliki massa yang jelas sesuai representasi Pemilu 2004, tambahan pemilih pemula yang jumlahnya mencapai 10 hingga 15 persen juga menjadi incarannya.

Meskipun Djoni sebenarnya tidak terlalu dekat dengan NU, namun, Djoni dianggap memiliki keunggulan lain yakni umurnya relatif masih muda dan memiliki cukup materi.

Sementara itu, Djoni Sudjatmoko menyatakan, siap bertarung dengan pasangan calon dari parpol lain. Hanya saja, pegawai Kantor Pelayanan Pajak Kabupaten Malang itu tidak mau memasang target perolehan suara dalam Pilwali 27 Oktober mendatang. ”Saya tidak bisa pasang target, karena hingga kini belum satu pun pasangan cawali dan cawawali yang mendaftar secara resmi di KPUD,” tambah pria kelahiran 37 tahun lalu ini.

Kalau sudah ada calon yang mendaftar di KPUD, Djoni mengaku baru bisa menentukan target. ”Tapi kita optimistis mampu menambah perolehan suara pileg PKB lalu, apalagi potensi pemilih pemula menjadi sasaran garapan tim kami,” tambah Djoni.

Rencananya pasangan ini akan menindaklanjuti rekom tersebut dengan mengurus kelengkapan administrasi untuk pendaftaran di KPU. ”Secepatnya kita urus, kami yakin segera terselesaikan,” kata Fanani. (yr)

Tinggalkan komentar

Djoni Sambut Kedatangan Yenny

Jawa Pos; Sabtu, 05 Juli 2008

MOJOKERTO – Teka-teki cawali dari PKB Kota Mojokerto yang bakal berpeluang mengantongi rekomendasi DPP, belum terungkap. Sebabnya, DPP PKB baru mulai membahasnya. Namun, yang pasti, rekomendasi tersebut langsung berpasangan, cawali dan cawawali.

Demikian itu diungkapkan Sekjen DPP PKB versi Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh atau yang biasa dipanggil Yenny, pada Kamis (3/7) malam di sela-sela menghadiri Haul ke-17 Pendiri Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, KH Achyat Chalimy. ”Sampai sekarang DPP belum rapat. Baru besok (kemarin, Red) mulai dibahas,” ungkap Yenny.

Dalam kesempatan itu, yang tampak menyambut kedatangan putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu adalah, tiga orang yang namanya masuk diajukan mendapatkan rekomendasi. Selain Abdullah Fanani dan Tatok Setyadi (bacawawali), juga Djoni Sudjatmoko (bacawali). Sehingga, hanya seorang bacawali yang tidak terlihat, yakni Anshor Cholil. ”Saya tidak hapal nama-namanya. Yang jelas ada dua,” ungkap Yenny.

Karena baru akan dirapatkan, dia belum bisa memastikan. Baik Djoni Sudjatmoko maupun Anshor Cholil, masih akan digodok. Namun, menurutnya, siapa pun calon yang akhirnya diusung DPC PKB nanti, harus mendapat dukungan penuh dari mesin partai. ”Saya lihat PKB Kota Mojokerto sudah berjalan. Mereka rutin berkonsolidasi. Mungkin untuk sekarang masih men-starter mesinnya,” jelasnya.

Melihat tahapan KPU Kota Mojokerto yang sudah memasuki pendaftaran, dia menyatakan, tidak perlu dikhawatirkan. Dia memastikan DPC PKB tidak terlambat mengusung calonnya. Dia juga berusaha memotivasi pengurus PKB, agar tidak terganggu dengan munculnya PKB versi lain. ”Rekomendasi itu akan secepatnya turun. PKB pasti daftar,” ujarnya.

Sementara itu, diperoleh informasi, DPW PKB Jatim diam-diam menyusupkan orangnya ke Kota Mojokerto. Hal itu berkaitan dengan upaya menjajaki kekuatan bacawali dari PKB yang ada. Yakni, Djoni Sudjatmoko dan Anshor Cholil. Apa pun hasilnya, akan menjadi masukan internal. (abi/yr)

Tinggalkan komentar

Peserta Muskit Puji Tokoh Muda

SURYA; Monday, 23 June 2008

MOJOKERTO – Dibanding para bakal cawali dan cawawali lain, tampilnya tokoh muda, Djoni Sudjatmoko, di Musyawarah Kebangkitan (Muskit) DPC PKB Kota Mojokerto, Jumat (20/6) malam, mendapat apresiasi sebagian besar peserta. Pengurus ranting berharap, muskit di Gedung Ramelan itu memberi kesempatan besar terhadap tokoh-tokoh muda.

“Sudah waktunya yang muda-muda diberi kesempatan lebih besar, karena kelemahan kita yang tua-tua ini tidak mau turun kalau belum sakit atau sedo (meninggal, Red),” kata seorang peserta muskit dari Kecamatan Parjurit Kulon, Jumat malam.

Muskit DPC PKB Kota Mojokerto diikuti empat bakal calon, yaitu Djoni Sudjatmoko (pegawai Kantor Pelayanan Pajak Malang), Ansor Cholil (mantan anggota FKB DPR RI), Abdullah Fanani (ketua Tanfidz DPC PKB Kota Mojokerto), dan Tatok Setiadi (fungsionaris DPC PKB). Djoni, 37, merupakan bakal calon termuda; sedangkan Ansor Cholil tertua, berusia di atas 60 tahun.

Sekretaris Majelis Kebangkitan (MK), Ahmad Rusyad Manfaluti, menjelaskan, setiap bakal calon yang mengikuti muskit akan dinilai berdasar skor. Hasilnya kemungkinan baru bisa diserahkan oleh panitia kepada pihak DPC PKB Kota Mojokerto, Senin (23/6) hari ini.

“Dari DPC nanti diserahkan ke DPW dan DPP untuk mendapat rekomendasi. Rekomendasi DPP biasanya hanya untuk satu orang, sedang pasangannya ditentukan kemudian. Namun semuanya itu wewenang DPP; bisa saja nama yang turun langsung pasangan cawali dan cawawali,” terang pria yang akrab dipanggil Falut ini. dos

Lalu, siapa kandidat yang mendapat skor nilai paling tinggi dari peserta? Falut mengatakan, tidak bisa menunjukkannya meski skor penilaian itu hanya menyebutkan sangat baik, baik, sedang, kurang baik atau sangat tidak baik.

“Oleh DPW dan DPP hasil muskit tidak boleh diumumkan kepada siapapun,” katanya.

Sumber: http://www.surya.co.id

Tinggalkan komentar

Flashback; Otonomi Award 2007

Jumat, 8 Juni 2007 11:34:34
Sumber: http://www.d-infokom-jatim.go.id

“Otonomi Award, Refleksi Dari Keberhasilan Suatu Daerah”

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Laksamana TNI Purnawiran, Widodo AS, S.IP, saat membuka malam penganugrahan otonomi award 2007, Kamis (7/6) malam, di Hotel Shangri-La Surabaya.

Dikatakan dia, keberhasilan daerah itu dapat dilihat dari, baiknya kapasitas manajemen dan kepemimpinan dalam keseluruhan struktur pemerintahan daerah, sinerginya hubungan dan kerjasama antar pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta adanya rasa tanggung jawab dan partisipasi seluruh masyarakat di daerah. “Penerimaan award kali ini, memiliki makna dan mengangkat daerah secara utuh sebagai entitas (satu kesatuan), termasuk di dalamnya masyarakat daerah itu sendiri,” katanya.

Menurut Widodo, pemberian award yang diselengarakan Jawa Pos Grup dan Pemerintah Propinsi Jatim ini, sesuai dengan Undang-Undang No 32 tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah. Selain itu, pemberian award ini telah memberikan perubahan yang siginifikan, yakni berupa kebebasan kebijakan desentralisasi dan penyelenggaraan pemerintah daerah menurut asas otonomi. “Diharapkan dengan pemberian award ini akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, dengan pendekatan layanan dan pemberdayaan peranserta masyarakat,” katanya. Selain pemerintah daerah mampu meningkatkan daya saing, juga mampu mempertimbangkan prinsip-prinsip demokrasi pemerataan dan keadilan dalam sistem tata letak negara kesatuan Republik Indonesia.

Pembenerian award ini, disesuai dengan rangking kinerja daerah yang menjadi objek observai. Ada lima parameter utama yang digunakan dalam penilaian otonomi award yakni, pengembangan ekonomi layangan publik, kinerja birokrat, pengelolaan lingkungan hidup serta pengentasan keimiskinan. Dari kelima ini kata Widodo, akan mencakup terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pemerataan masyarakat sertaprinsip demokrasi.

Daerah Terpilih

Malam otonomi award yang dihadiri seluruh walikota dan bupati dari 38 kabupaten/kota se-Jatim ini, menunjuk beberapa daerah terpilih dengan berbagai kategori.

Untuk kategori Pertumbunhan Ekonomi, diraih Kabupaten Pasuruan, Pemerataan Ekonomi, Kabupaten Ponorogo, dan Pemberdayaan Ekonomi diraih Kabupaten Trenggalek.

Sedangkan kategori Politik yang terdiri dari Akuntabilitas Publik diraih Kabupaten Pamekasan, Partisipasi Publik Kabupaten Lamongan dan Intitusional Publik diraih Kabupaten Madiun.

Untuk kategori Pelayanan Kesehatan tebaik diraih kabupaten Jombang, Pelayanan Pendidikan, Kabupaten Bodowoso dan Pelayanan Administarsi terbaik diraih Kabupaten Lumajang.

Untuk spesial kategori Kepedulian Lingkungan dan Pengentasan Kemiskinan diraih Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Jember.

Sedangkan nominasi khusus kategori pemberantasan Narkoba dan penaggulangan terhadap Kekerasan Anak dan Wanita diraih Kabupaten Malang dan Sidoarjo.

Daerah yang meraih best of the best dan mampu menunjukkan peningkatan ekonomi secara signifikan di bidang Pengembangan, Akuntabilitas Publik serta Layangan Publik, diraih Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Madiun, serta Kabupaten Bondowoso.

http://www.d-infokom-jatim.go.id/news.php?id=10994

Tinggalkan komentar

Nominee dan Pemenang Otonomi Award 2008 untuk Kategori Khusus

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pertumbuhan Ekonomi

Kab. Ponorogo (Pemenang)
Kab. Lumajang
Kab. Lamongan
Kab. Tulungagung
Kab. Blitar

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pemerataan Ekonomi

Kab. Magetan (Pemenang)
Kab. Tuban
Kab. Lamongan
Kab. Tulungagung
Kab. Trenggalek

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Kab. Blitar (Pemenang)
Kab. Lamongan
Kab. Jombang
Kab. Trenggalek
Kab. Malang

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pelayanan Kesehatan

Kab. Pasuruan (Pemenang)
Kota Surabaya
Kab. Lumajang
Kota Blitar
Kab. Pamekasan

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pelayanan Pendidikan

Kab. Pamekasan (Pemenang)
Kota Pasuruan
Kota Blitar
Kab. Lamongan
Kab. Lumajang

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pelayanan Administrasi Dasar

Kota Malang (Pemenang)
Kota Surabaya
Kab. Ponorogo
Kota Blitar
Kab. Lamongan

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pemenuhan Sarana dan Prasarana Umum

Kab. Tulungagung (Pemenang)
Kab. Madiun
Kab. Bangkalan
Kab. Lamongan
Kab. Malang

Daerah Dengan Profil Menonjol Bidang Akuntabilitas Publik

Kab. Jombang (Pemenang)
Kab. Madiun
Kab. Jember
Kota Blitar
Kab. Bangkalan

Daerah Dengan Profil Menonjol Bidang Partisipasi Publik

Kab. Lumajang (Pemenang)
Kab. Malang
Kab. Lamongan
Kab. Madiun
Kab. Sidoarjo

Daerah Dengan Profil Menonjol Bidang Pelembagaan Politik

Kota Batu (Pemenang)
Kab. Pamekasan
Kota Blitar
Kab. Tulungagung
Kab. Lamongan

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pengantasan Kemiskinan

Kab. Jember (Pemenang)
Kota Surabaya
Kab. Trenggalek
Kab. Situbondo
Kota Blitar

Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup

Kota Surabaya (Pemenang)
Kab. Nganjuk
Kota Probolinggo
Kab. Madiun
Kab. Probolinggo

Sumber: Jawa Pos, Kamis, 1 Mei 2008

4 Komentar

Pulang Untuk Mengabdi Pada Tanah Kelahiran

Jawa Pos, Minggu 30 Maret 2008
Ditulis oleh: Rojiful Mamduh, Radar Mojokerto

Sosok Djoni Sudjatmoko, Pengusaha Muda dan Pemerhati Sosial Politik Asal Kota Mojokerto

Belakangan ini banyak kita temui gambar-gambar R. Djoni Sudjatmoko. Terutama di warung-warung kopi dan lesehan. Ternyata, dia adalah satu dari sekian banyak warga Kota Mojokerto yang ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan kota kelahirannya, setelah sekian lama dia berada diperantauan. Berikut wawancaranya.

Bagaimana pengamatan Anda terhadap Kota Mojokerto selama ini?

Memperhatikan perkembangan Kota Mojokerto, dari tahun ke tahun memperlihatkan angka-angka statistik pertumbuhan yang semakin menurun. Terutama bila dibandingkan dengan kota-kota lain sekitarnya di Jawa Timur.

Hal ini sudah cukup lama menimbulkan keprihatinan yang mendalam pada diri saya. Karena saya lahir dan dibesarkan sampai lulus SMA di kota tercinta ini. Sejak lulus SMA tahun 1990, saya merantau untuk melanjutkan pendidikan, kemudian mendapat kesempatan bekerja di kota lain.

Lantas, apa yang Anda lakukan sehubungan dengan keprihatinan tersebut?

Saya ingin berbuat maksimal untuk kota ini. Khususnya dengan memanfaatkan momentum Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Mojokerto yang akan segera dilaksanakan tahun 2008 ini. Berbekal pengetahuan dari beberapa kota lain selama bekerja, saya ingin memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran agar masyarakat Kota Mojokerto dapat memperoleh seorang pemimpin yang tepat. Sehingga, bisa membawa menuju Kota Mojokerto yang lebih baik.

Menurut saya, ini penting sekali. Karena baru kali ini Kota Mojokerto melakukan pemilihan langsung. Di sini akan terlihat, apakah masyarakat Kota Mojokerto benar-benar ingin berubah ke arah yang lebih baik. Atau, cukup puas dengan keadaan seperti sekarang ini. Semua itu nantinya akan tercermin dari sosok pemimpin yang dipilihnya.

Bagaimana Anda mengomunikasikan pemikiran atau gagasan yang Anda miliki, agar dapat dicerna masyarakat?

Agar dapat dipahami oleh masyarakat, saya akan menyampaikan pemikiran-pemikiran yang saya miliki melalui media massa. Baik media cetak (koran) maupun media elektronik (radio). Harapannya, paling tidak, pemikiran saya itu akan dibaca atau didengarkan, dan syukur-syukur bisa dipahami oleh masyarakat.

Apa prioritas Anda sekarang?

Tentunya yang terpenting bagi saya saat ini adalah, kembali memperkenalkan diri pada masyarakat, setelah cukup lama tidak berada di Kota Mojokerto. Sejak awal tekad saya semata adalah untuk memberi kemanfataan sebesar-besarnya pada masyarakat.

Untuk itu, dalam memperkenalkan diri, saya juga menempuh cara yang paling efektif, sekaligus dapat memberikan manfaat pada orang lain. Yakni dengan memunculkan gambar-gambar di warung-warung bersandingan dengan nama warung dan menu yang dijualnya.

Semua itu tidak lepas dengan kiprah usaha yang saya tekuni selama ini. Semua saya lakukan bukan hanya untuk diri saya. Melainkan juga untuk memberi kesempatan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga ataupun rekan yang belum memiliki sumber mata pencaharian tetap.

Apakah sekarang Anda sudah memastikan diri untuk running dalam pilwali?

Ada beberapa kawan yang mempertanyakan apakah pemunculan gambar-gambar itu berkaitan dengan keinginan saya untuk maju dalam Pilwali Kota Mojokerto. Atas pertanyaan itu, saya tidak menjawabnya ya atau tidak. Karena urusan pencalonan dalam pilwali merupakan urusan masyarakat yang direpresentasikan melalui partai-partai politiknya.

Yang terpenting bagi saya adalah, memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran untuk membuka kesadaran bersama, bahwa faktanya Kota Mojokerto sampai saat ini cukup jauh tertinggal dengan kota-kota lain di sekitarnya. Nah, untuk itu, seluruh elemen masyarakat harus bahu-membahu memulai langkah-langkah perubahan yang diperlukan, guna mengejar ketertinggalan.

Apakah Anda optimistis Kota Mojokerto dapat menggapai sebuah capaian lebih dari saat ini?

Saya sangat optimistis. Itu bukan isapan jempol semata. Karena saya melihat, sebenarnya Kota Mojokerto cukup potensial untuk berkembang lebih baik. Khususnya dengan mengoptimalkan posisinya sebagai kota perdagangan dan jasa. Mengingat posisinya sebagai penghubung dan penyangga Kota Surabaya. Terlebih setelah adanya bencana lumpur di Sidoarjo. Peluang kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan sangat tinggi.

Di sini yang diperlukan adalah kesadaran, kemauan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk menuju Kota Mojokerto lebih baik. Kesadaran, kemauan dan kebersamaan inilah yang coba saya bangkitkan melalui sumbangsih pemikiran-pemikiran yang akan saya komunikasikan secara terus-menerus. Saya yakin masih banyak masyarakat Kota Mojokerto yang peduli akan kemajuan kotanya. Semoga Allah SWT meridhoi niat baik kita semua, Amin.

5 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.