Perasaan cukup, perasaan tidak kekurangan, perasaan shukur inilah yg lebih tepat dibilang sukses yg hakiki.. Karena tentang rasa, untuk meraih sukses cukup dengan merenung & membangkitkan kesadaran pribadi, sebab Sang Maha telah memberikannya pada kita semua.. Hal utama setelah kita meraih kesuksesan adalah bagaimana memelihara & mengisinya..
Untuk memelihara kesuksesan yg efektif adalah menjaga komunikasi kita dg Sang Maha..
Untuk mengisi kesuksesan adalah bagaimana kita dapat bermanfaat kepada sesama kita dan lingkungan.. disinilah sebenarnya bukti nyata kita sebagai manusia.. Jadi semangat untuk dapat memberikan manfaat kepada sesama dan lingkungan inilah yg seharusnya mendasari usaha-usaha / upaya-upaya yg kita lakukan, bukan atas dasar ambisi pribadi untuk meraih kesuksesan semu (yg saat ini secara umum justru dibenarkan sebagai suatu kesuksesan)yaitu meraih jabatan tertentu / tingkat kekayaan materi tertentu / tingkat status sosial tertentu,, ini salah kaprah, kita akan terjebak dalam lingkaran nafsu yg menyesatkan bila seperti ini terus..
.. Sudah saatnya kita kembali kepada dasar yg seharusnya terhadap upaya-upaya / usaha-usaha yg kita lakukan yaitu.. semata-mata untuk dapat lebih bayak lagi peran kita dalam memberikan manfaat kepada orang lain & lingkungan kita.. Dengan dasar yg tepat, kita terhindar dari pikiran jahat, siasat licik dalam langkah kita.. apabila apa yg menjadi target upaya kita dapat diraih tidak akan timbul kesombongan,, begitu pula sebaliknya apabila belum berhasil tidak akan timbul penyesalan & putus asa, malah timbul semangat untuk mengupayakan kembal lebih giat lagii…
… Semoga diri pribadi penulis maupun teman-teman semua apabila yg terjebak dalam pencapaian kesuksesan semu dapat segera kembali kepada dasar dan langkah yg lebih tepat…, amin
Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko