Percakapan anak Manusia dan anak Lebah

Percakapan sambil lalu, sang anak Manusia (Aman) dan sang anak Lebah (Abah)..

Aman : Abah,, hebat betul ya bangsamu itu lho, semua-semua aktifitas kalian itu keliatan rapi dan teratur..

Abah : Lha iya tha, kami itu dalam seluruh aktifitas kehidupan kami adalah satu koloni yang punya tugas masing-masing.

Aman : Mulai dari awal sampai akhir tugasnya sudah dibagi habis ya?

Abah : Lha iya tha, dari awal sampai akhirnya itu begini lho, ada yang kebagian tugas cari makan, ada yang kebagian tugas bangun

sarang dan mengurusi cadangan makanan, ada yang kebagian tugas menjaga sarang, ada yang kebagian tugas jadi pejantan

untuk kawin sama ratu lebah, ada yang kebagian tugas jadi ratu untuk beranak. Masing-masing bagian menjalankannya dengan

sebaik mungkin tanpa ada yang mengiri satu sama lain.

Aman : Ooo begitu, trus masing-masing bagian apa nggak bosan tuh dengan pekerjaan yang terus menerus sama?,,

Abah : Lha endak tho, kalau ada yang tertib ada yang tidak mungkin membosankan, tapi kalau tertib dalam kebersamaan itu mengasikan

lho,,

Aman : Trus kelebihan yang lain apa lagi??

Abah : Lha masih banyak tha, kami itu kalau cari makan tidak mau merugikan pihak lain, ketika kami menghisap sari bunga, kami tidak

hinggap tapi tetap terbang, karena kalau hinggap dapat merusak bunga itu. Dengan tetap terbang kami malah membantu

penyerbukan bunga menjadi buah;

Kami makan sari bunga sesuatu yang sangat baik, bukan yang kotor-kotor;

Kami tidak pernah mengganggu pihak lain, tapi kalau ada yang mengganggu, lebah penjaga akan mempertahankan diri sampai

mati sekalipun;

Makanan yang kami kumpulkan (madu) juga sangat bermanfaat bagi bangsamu itu.. (manusia);

Aman : Hebat benar ya kalian itu, andai bangsaku (manusia) apalagi di negaraku ini bisa meniru seperti kalian, tidak seperti sekarang

ini,, banyak kekacauan disana-sini, cari makan/rezeki membabi buta tidak peduli mendholimi orang lain, sikut sana-sini, tidak

peduli halal haram; Dikasih amanah tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh, wewenang dan fasilitas dipakai untuk

kepentingan pribadi keluarga dan kroni-kroni, kewajibannya ditinggalkan; Sistem/tatanan dibuat hanya untuk melanggengkan

kekuasaan; dan masih banyak lagi kekacauan yang banyak sekali untuk disebut satu-satu…

Abah : Hahaha… kamu ini lucu,, aku dan bangsaku ini apa? Hanya kelompok kecil lebah (dari sedemikian banyak jenis binatang), yang

memikirkan kehidupan kelompok kami sendiri. Walau tidak mengganggu, namun kami tidak mampu memikirkan kebaikan buat yang

lain. Kalau hanya mencontoh kami (walau kami mungkin yang terbaik diantara binatang-binatang yang lain), kayaknya tidak akan

cukup bekal kalian untuk ke Sorga,, karna kamipun tidak punya jatah untuk ke Sorga;

Hai teman!!,, kalau mau mencontoh kami itu boleh, tapi bukan untuk contoh yang tertinggi, melainkan contoh titik terendah

yang harus kalian lewati dan harus lebih baik dan jauh lebih baik. Kalian pasti bisa, karena kalian diciptakan dilengkapi dengan

kemampuan untuk menata dunia ini…

Aman : Terima kasih teman, kamu menyadarkan aku,, akan kusampaikan pada teman-temanku dan anak cucuku kelak,, tapi untuk orang

tuaku.. bisa ndak ya??

Di tulis oleh : Raden Djoni Sudjatmoko

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.