Jago Partai Demokrat Batal Daftar Pilwali
Surabaya Post; Senin 14/07/2008
| 12:15:00 |
Mojokerto – Partai Demokrat Kota Mojokerto akhirnya mengurungkan niatnya mendaftarkan Calon Walikota Mojokerto ke KPUD Kota Mojokerto. Sehingga peserta Pemilihan Walikota Mojokerto tahun 2008 diikuti 4 pasang peserta.
Mereka berasal dari pasangan Ir H Abdul Gani Soehartono – Noercholis dengan sebutan (An Nur) dari PDIP, Hendro Suwono SH Mh – Suhartono SH (H2O) dari Partai Golkar dan PKS, Djoni Sudjatmoko – Abdullah Fanani (Sunan) dari PKB, dan Sholehhudin – Diaz Roychan ( Sandi) dari PAN, PKPI, Partai Patriot dan Partai Damai Sejahtera (PDS).
Urungnya Partai Demokrat memberangkatkan calonnya ikut Pilwali Kota Mojokerto karena partai yang diajak berkoalisi membatalkan bergabung di partai tersebut. Sehingga, jumlah suara yang dimiliki PD dan PPP tidak memenuhi persyaratan undang-undang Pilkada.
Wakil Ketua Partai Demokrat, Paulus Swasono saat dikonfirmasi di Kantor DPRD Kota Mojokerto, Senin (14/7) mengatakan, kegagalannya partainya mengusung calon sendiri dalam Pilwali ini, karena dua partai digandeng untuk berkoalisi mengurungkan niatnya. Keduanya adalah PPP dan PDS. Partai PPP ada kendala dengan kepengurusan, sedangkan PDS memutuskan berkoalisi dengan Partai Koalisi Pelangi (PAN,dan PDS).
Menurut dia, meskipun partainya tidak jadi mengusung calon sendiri, namun suara partainya optimistis akan menjadi rebutan pasangan calon walikota. Karena, partainya memiliki 3 kursi di parlemen.
Selain itu masih ada partai yang mengambil formulir pendaftaran yang tak mendaftarkan calonnya, seperti Partai Demokrat. Yakni Partai PKB versi Muhaimin. Namun, sampai kini Ketua PKB versi Muhaimin Kota Mojokerto, Iwan Rokhim belum bisa dikonfirmasi masalah ini.
Sedangkan Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto sekaligus tim sukses pemenangan pasangan An Nur (Abdul Gani Soehartono – Nurcholis) otimistis jagonya bisa meraih suara banyak. Karena, sekarang ini dia memiliki modal suara minimal 20%. Belum lagi ditambah dari dukungan masyarakat di luar pengurus, kader dan simpatisan PDIP.
Hal senada juga dikatakan, Rakhmat Sulfie tim pemenangan dari pasangan H2O( Hendro Suwono – Suhartono) yang kini juga memiliki modal dukungan suara 20 %. Suara itu diperoleh dari tiga partai koalisi Pratai Golkar, dan PKS.
Sedangkan Ketua DPC PKB Kota Mojokerto, Abdullah Fanani sekaligus calon Wakil Walikota dari PKB, optimistis pasangan SUNAN ( Djoni Sudjatmoko – Abdullah Fanani) akan mendapat suara lebih banyak dari pasangan lainnya. Karena sekarang ini partainya sudah memiliki modal dukungan suara 24%.
Yang tak kalah optimistisnya adalah, Drs Mulyadi, Ketua DPC PAN Kota Mojokerto, sekaligus tim pemenangan pasangan SANDI (Sholehhudin – Dias Roychan). Mantan Ketua LSM Dobrak yang bergerak dalam advokasi perburuhan di Mojokerto ini berjuang keras untuk memenangkan jagonya. “Kita sudah memiliki modal dukungan suara 20% dari tiga partai, dan kini akan kita tambah lagi dengan melakukan koalosi dengan parpol lain, dan masyarakat umum,” katanya.
Sementara Ketua KPUD Kota Mojokerto, Chusnun Amin SH membenarkan kalau Pilwali Kota Mojokerto diikuti 4 pasang calon. Mereka berasal dari pasangan An Nur, SUNAN, H2O, san Sandi.(bas)
About this entry
You’re currently reading “Jago Partai Demokrat Batal Daftar Pilwali,” an entry on Kota Mojokerto
- Published:
- Juli 19, 2008 / 2:30 pm
- Category:
- Berita Kota
- Tags:
No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]