Djoni Sambut Kedatangan Yenny

Jawa Pos; Sabtu, 05 Juli 2008

MOJOKERTO – Teka-teki cawali dari PKB Kota Mojokerto yang bakal berpeluang mengantongi rekomendasi DPP, belum terungkap. Sebabnya, DPP PKB baru mulai membahasnya. Namun, yang pasti, rekomendasi tersebut langsung berpasangan, cawali dan cawawali.

Demikian itu diungkapkan Sekjen DPP PKB versi Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh atau yang biasa dipanggil Yenny, pada Kamis (3/7) malam di sela-sela menghadiri Haul ke-17 Pendiri Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, KH Achyat Chalimy. ”Sampai sekarang DPP belum rapat. Baru besok (kemarin, Red) mulai dibahas,” ungkap Yenny.

Dalam kesempatan itu, yang tampak menyambut kedatangan putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu adalah, tiga orang yang namanya masuk diajukan mendapatkan rekomendasi. Selain Abdullah Fanani dan Tatok Setyadi (bacawawali), juga Djoni Sudjatmoko (bacawali). Sehingga, hanya seorang bacawali yang tidak terlihat, yakni Anshor Cholil. ”Saya tidak hapal nama-namanya. Yang jelas ada dua,” ungkap Yenny.

Karena baru akan dirapatkan, dia belum bisa memastikan. Baik Djoni Sudjatmoko maupun Anshor Cholil, masih akan digodok. Namun, menurutnya, siapa pun calon yang akhirnya diusung DPC PKB nanti, harus mendapat dukungan penuh dari mesin partai. ”Saya lihat PKB Kota Mojokerto sudah berjalan. Mereka rutin berkonsolidasi. Mungkin untuk sekarang masih men-starter mesinnya,” jelasnya.

Melihat tahapan KPU Kota Mojokerto yang sudah memasuki pendaftaran, dia menyatakan, tidak perlu dikhawatirkan. Dia memastikan DPC PKB tidak terlambat mengusung calonnya. Dia juga berusaha memotivasi pengurus PKB, agar tidak terganggu dengan munculnya PKB versi lain. ”Rekomendasi itu akan secepatnya turun. PKB pasti daftar,” ujarnya.

Sementara itu, diperoleh informasi, DPW PKB Jatim diam-diam menyusupkan orangnya ke Kota Mojokerto. Hal itu berkaitan dengan upaya menjajaki kekuatan bacawali dari PKB yang ada. Yakni, Djoni Sudjatmoko dan Anshor Cholil. Apa pun hasilnya, akan menjadi masukan internal. (abi/yr)


About this entry