Kebersamaan menuju Kota Mojokerto Lebih Baik
Jawa Pos, Minggu 11 Mei 2008
Ditulis oleh: H. R. Djoni Sudjatmoko, SE
Tingkat Pertumbuhan Ekonomi adalah, indikator yang dianggap paling relevan untuk mengukur kemajuan suatu daerah di bidang ekonomi. Dalam Tingkat Pertumbuhan Ekonomi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengandung variabel-variabel ekonomi cukup lengkap. Antara lain tingkat inflasi, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, pendapatan per kapita dan product domestic regional bruto (PDRB).
Kembali kepada tulisan saya pada rubrik yang sama pada 25 Maret 2008, ada untaian kalimat yang dipertanyakan oleh beberapa kalangan di masyarakat. Yaitu “Kota Mojokerto sudah tak bisa menunggu lagi, sudah terlalu lama tidur, sudah terlalu jauh tertinggal, tertinggal dari kota-kota lain di sekitarnya, sudah saatnya bangun, bangun untuk mengubah dirinya, berubah ke arah yang lebih baik, berubah mengejar ketertinggalan.”
Yang saya maksud “tertinggal” di sini utamanya di bidang ekonomi. Sebagai contoh Kota Mojokerto dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2005 sebesar 5,48 persen, dan tahun 2006 sebesar 5,51 persen adalah di bawah tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata Nasional 2005 sebesar 5,7 persen dan 2006 sebesar 6,2 persen, juga masih di bawah pertumbuhan ekonomi kota-kota lain di sekitarnya seperti Sidoarjo, Gresik, dan lain-lain.
Secara menyeluruh Kota Mojokerto masih tertinggal. Hal ini terbukti baru-baru ini dari 12 kategori Otonomi Award yang dikeluarkan Jawa Pos Intitute of Pro Otonomi (JPIP) untuk wilayah Jawa Timur, Kota Mojokerto jangankan menang, masuk nominasi saja tidak. Padahal, pada setiap kategori terdapat lima kota/kabupaten yang masuk nominasi. Hampir seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur masuk minimal dalam salah satu nominasi di antara ke-12 kategori Otonomi Award tersebut.
Adapun yang saya maksud dengan “tidur” bukan tidak adanya aktifitas, tapi lebih kepada aktivitas-aktivitas yang dilakukan selama ini kurang bisa membuat Kota Mojokerto menjadi lebih maju. Sehingga, bisa bersaing dengan kota-kota disekitarnya, utamanya di bidang ekonomi yang sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.
Saya tekankan di sini, bahwa untaian kalimat tersebut di atas utamanya untuk menggugah diri saya pribadi selaku warga Mojokerto dan seluruh masyarakat Mojokerto serta elemen-elemen masyarakatnya. Jadi, bukan saya tujukan untuk orang per orang atau kelompok tertentu. Adalah tidak penting untuk mencari siapa yang salah, karena kondisi yang ada ini adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Mojokerto, termasuk juga diri saya.
Yang terpenting, bahwa kondisi Kota Mojokerto yang tertinggal dari kota-kota lain di sekitarnya, kita bersama-sama menyadarinya. Ke depan kita pikirkan, rencanakan, laksanakan bersama-sama pula untuk menuju Kota Mojokerto lebih baik, lebih menyejahterakan masyarakat, lebih diperhitungkan dalam pergaulan dengan kota-kota lain di sekitarnya.
Untuk diskusi lebih lanjut tentang pengembangan Kota Mojokerto, semua elemen dapat terlibat secara intensif bersama saya dalam forum komunikasi: kotamojokerto.wordpress.com.
Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran dan bimbingannya selalu kepada kita semua. Amin.
& Komentar
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]