Generasi Muda yang Inovatif dan Kompetitif

Jawa Pos, Minggu 4 Mei 2008
Ditulis oleh: H. R. Djoni Sudjatmoko, SE

Bagi siapa saja yang direstui oleh masyarakat untuk memimpin kota Mojokerto, pertama kali yang mesti dilakukan dalam program-program pembangunannya adalah meneruskan beberapa program yang selama ini sudah berjalan cukup baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti santunan kematian, bedah rumah, RT/RW diberikan insentif, dan lain-lain. Saya yakin siapapun pemimpin yang jadi akan dapat melaksanakannya, karena rata-rata program tersebut bersifat konsumtif yang mudah dalam pelaksanaannya, hanya yang perlu diperhatikan adalah lebih ditingkatkan pengawasan pelaksanaan dilapangan agar tidak terjadi penyelewengan-penyelewengan.

Tahap berikutnya yang paling penting adalah mengerjakan dengan serius, hati-hati dan inovatif program-program yang bersifat produktif yang bisa menarik investor masuk, sehingga berdapak secara luas terhadap peningkatan penghasilan warga, terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan Product Domestic Regional Bruto (PDRB), peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Akan banyak terdapat detil program-program ini, pada kesempatan lain akan kami ulas lebih lanjut.

Dengan bertambahnya PAD, dapat disusun program program baru yang bersifat konsumtif yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang kurang beruntung, misalnya berupa subsidi di bidang pendidikan dan kesehatan serta bidang bidang lain yang memang membutuhkan.

Satu program andalan yang bermanfaat membentuk karakter generasi muda adalah menyelenggarakan kompetisi kepemudaan (ilmu pengetahuan dan teknologi, olah raga, seni budaya dan agama). Antar sekolah, maupun antar kampung. Kompetisi akan diselenggarakan secara terus-menerus sepanjang tahun dan berlanjut setiap tahun, di kemas secara kreatif dan menarik dengan melibatkan sponsor. Bagi para pesertanya diberikan insentif untuk kostum, peralatan dan sarana berlatih sehingga seluruh lapisan masyarakat bisa terlibat, baik yang kaya maupun yang miskin.

Kompetisi diharapkan tidak memberatkan kantong pribadi karena salah satu tujuan utama penyelenggaraannya adalah untuk menekan biaya hidup masyarakat. Bagi para pemuda yang berprestasi diberikan hadiah-hadiah yang menunjang prestasi bidang yang dimenangkannya, dan juga diberikan bea-siswa gratis untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan terselenggaranya kompetisi-kompetisi tersebut, kota menjadi ramai dan semarak, tapi dengan biaya yang tidak memberatkan pemerintah kota karena keterlibatan sponsor. Waktu dari para pemuda efektif untuk belajar, berlatih dan bertanding, sehingga energinya tersalur secara positif, tidak ada lagi waktu bagi para pemuda untuk hal hal negatif, yang sering kali membutuhkan biaya tinggi. Lambat laun tercipta generasi muda yang berkualitas, sportif, bermental pejuang, berdaya saing tinggi (karena terbiasa dengan kompetisi-kompetisi), dan berbekal pengetahuan agama yang kuat. Generasi muda yang seperti ini siap berkreasi, berinovasi, untuk memajukan kota mojokerto, sehingga dimasa mendatang, kota Mojokerto bisa duduk sejajar dengan kota-kota lain di sekitarnya.


About this entry