Kekuatan Cinta Untuk Perubahan Menuju Kota Mojokerto Lebih Baik
Jawa Pos, Minggu 13 April 2008
Ditulis oleh: H. R. Djoni Sudjatmoko, SE
Karena Cinta …
Mojokerto! Aku Pulang Untukmu
Dengan Cinta …
Mari kita bangun kembali
Kota Mojokerto kearah yang lebih baik
Kekuatan cinta adalah sangat luar biasa, karena cinta Indonesia bisa merdeka pada 17 Agustus 1945, dengan cinta tanah airnya arek-arek Surabaya dibantu dengan arek-arek kota sekitarnya termasuk Mojokerto dengan bambu runcing bisa memenangkan serangan pasukan Sekutu ke kota Surabaya yang didukung peralatan canggih yang baru saja memenangkan perang Dunia ke II. Dengan cinta tanah air seluruh warganya yang diwujudkan dengan kerja keras, Jepang yang telah hancur lebur karena kekalahan dalam perang Dunia ke II, bisa segera bangkit, bahkan menjadi kekuatan ekonomi dunia sampai dengan sekarang.
Apa itu Cinta? Kenapa bisa memiliki kekuatan yang sedemikian besarnya? Dari hasil perenungan dan pengkajian saya terhadap beberapa literatur dan pendapat beberapa pakar, Cinta yang dimiliki manusia adalah:
Rasa yang ditimbulkan dari Kombinasi Harmonis antara unsur-unsur manusia yaitu “Hati Nurani (Qalbu), Pikiran dan Emosi” dengan “Aturan Langit” untuk mensikapi situasi dan kondisi lingkungan di luar diri kita.
Dari kombinasi harmonis keempat unsur diatas muncul 2 (dua) jenis cinta, pertama cinta kepada Sang Penguasa Langit, didasarkan pada rasa tunduk dan berserah diri hanya kepada-Nya kita bersujud serta hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Kedua cinta kepada sesama manusia, inilah yang menjadi pokok bahasan kita selanjutnya.
Rasa cinta itu kalau sudah muncul, kekuatannya luar biasa, masalahnya sekarang seringkali orang tidak mengkombinasikan secara harmonis keempat unsur diatas dalam mensikapi lingkungannya.
Kalau kombinasi secara harmonis senantiasa kita lakukan antara keempat unsur diatas dalam mensikapi lingkungan diluar diri kita, yang selalu muncul adalah keinginan untuk memberi/berkorban kepada orang lain diluar diri kita tetapi kita bisa sabar bahkan menikmatinya, sehingga senantiasa ada ketulusan/keikhlasan disana. Disinilah letak rahasia kekuatan cinta atau lebih jauh bisa dikatakan sebagai rahasia kehidupan, rahasia bagaimana kita menjalani kehidupan di dunia ini dengan tepat dengan rasa nikmat yang sebenarnya.
Kota Mojokerto sedang sakit, angka-angka statistik serta fakta yang ada menunjukkan dalam banyak sektor kehidupan kota kita tercinta ini sedang tertinggal dari kota-kota lain disekitarnya. Kota Mojokerto sedang membutuhkan banyak cinta, cinta dari para warganya, dari para putra daerahnya dimanapun mereka berada, kekuatan cinta untuk perubahan menuju kota Mojokerto lebih baik.
Atas dasar panggilan cinta, dengan segala kenyamanan, kelayakan dan kenikmatan hidup yang Insya Allah sudah saya dapatkan dengan mengabdi pada masyarakat di luar kota Mojokerto, Insya Allah saya ikhlas dengan segala resikonya untuk pulang ke kota kelahiran tercinta yang sedang membutuhkan banyak cinta dari seluruh warganya, untuk membangun kembali menuju kota Mojokerto lebih baik.
Untuk mensikapi keadaan kota Mojokerto yang tertinggal seperti sekarang ini saya mencoba mendudukkan salah satu ayat dari “Aturan Langit” yang saya yakini, bahwa “Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali mereka mau mengubah dirinya sendiri”. Disini apabila dikaitkan dengan kota Mojokerto, Insya Allah terkandung makna bahwa kehendak Allah-lah yang menentukan apakah kota Mojokerto bisa berubah kearah yang lebih baik atau tidak. Tetapi apabila warga Mojokerto berkeinginan mengubah kotanya menjadi lebih baik, maka harus ada usaha bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama dengan keikhlasan membangun kotanya.
Oleh karena itu saya mengajak seluruh warga Mojokerto untuk menumbuhkan kembali rasa cinta pada kota ini. Dengan cinta mari kita membangun kembali menuju kota Mojokerto lebih baik. Diawali pada momentum Pilwali kota Mojokerto yang merupakan pintu pembuka arah perbaikan kota Mojokerto di masa mendatang. Saya harapkan warga kota Mojokerto memilih pemimpin atas dasar cinta. Tidak sembarangan memilih, apalagi menggadaikan perbaikan kotanya. Hanya dengan sekedar imbalan materi, yang sangat kecil nilainya apabila dibandingkan dengan kejayaan kota Mojokerto yang akan dapat kita nikmati bersama sampai dengan anak cucu, apabila kita tidak salah dalam memilih pemimpin serta sanggup bersama-sama seluruh elemen masyarakat membangun kota ini.
Semoga niat baik kita senantiasa dijaga dan diridhoi Allah SWT ..
Semoga diri kita senantiasa memancarkan Cinta dan ..
Cinta selalu mengelilingi kita, amin.
2 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]