Pulang Untuk Mengabdi Pada Tanah Kelahiran

Jawa Pos, Minggu 30 Maret 2008
Ditulis oleh: Rojiful Mamduh, Radar Mojokerto

Sosok Djoni Sudjatmoko, Pengusaha Muda dan Pemerhati Sosial Politik Asal Kota Mojokerto

Belakangan ini banyak kita temui gambar-gambar R. Djoni Sudjatmoko. Terutama di warung-warung kopi dan lesehan. Ternyata, dia adalah satu dari sekian banyak warga Kota Mojokerto yang ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan kota kelahirannya, setelah sekian lama dia berada diperantauan. Berikut wawancaranya.

Bagaimana pengamatan Anda terhadap Kota Mojokerto selama ini?

Memperhatikan perkembangan Kota Mojokerto, dari tahun ke tahun memperlihatkan angka-angka statistik pertumbuhan yang semakin menurun. Terutama bila dibandingkan dengan kota-kota lain sekitarnya di Jawa Timur.

Hal ini sudah cukup lama menimbulkan keprihatinan yang mendalam pada diri saya. Karena saya lahir dan dibesarkan sampai lulus SMA di kota tercinta ini. Sejak lulus SMA tahun 1990, saya merantau untuk melanjutkan pendidikan, kemudian mendapat kesempatan bekerja di kota lain.

Lantas, apa yang Anda lakukan sehubungan dengan keprihatinan tersebut?

Saya ingin berbuat maksimal untuk kota ini. Khususnya dengan memanfaatkan momentum Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Mojokerto yang akan segera dilaksanakan tahun 2008 ini. Berbekal pengetahuan dari beberapa kota lain selama bekerja, saya ingin memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran agar masyarakat Kota Mojokerto dapat memperoleh seorang pemimpin yang tepat. Sehingga, bisa membawa menuju Kota Mojokerto yang lebih baik.

Menurut saya, ini penting sekali. Karena baru kali ini Kota Mojokerto melakukan pemilihan langsung. Di sini akan terlihat, apakah masyarakat Kota Mojokerto benar-benar ingin berubah ke arah yang lebih baik. Atau, cukup puas dengan keadaan seperti sekarang ini. Semua itu nantinya akan tercermin dari sosok pemimpin yang dipilihnya.

Bagaimana Anda mengomunikasikan pemikiran atau gagasan yang Anda miliki, agar dapat dicerna masyarakat?

Agar dapat dipahami oleh masyarakat, saya akan menyampaikan pemikiran-pemikiran yang saya miliki melalui media massa. Baik media cetak (koran) maupun media elektronik (radio). Harapannya, paling tidak, pemikiran saya itu akan dibaca atau didengarkan, dan syukur-syukur bisa dipahami oleh masyarakat.

Apa prioritas Anda sekarang?

Tentunya yang terpenting bagi saya saat ini adalah, kembali memperkenalkan diri pada masyarakat, setelah cukup lama tidak berada di Kota Mojokerto. Sejak awal tekad saya semata adalah untuk memberi kemanfataan sebesar-besarnya pada masyarakat.

Untuk itu, dalam memperkenalkan diri, saya juga menempuh cara yang paling efektif, sekaligus dapat memberikan manfaat pada orang lain. Yakni dengan memunculkan gambar-gambar di warung-warung bersandingan dengan nama warung dan menu yang dijualnya.

Semua itu tidak lepas dengan kiprah usaha yang saya tekuni selama ini. Semua saya lakukan bukan hanya untuk diri saya. Melainkan juga untuk memberi kesempatan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga ataupun rekan yang belum memiliki sumber mata pencaharian tetap.

Apakah sekarang Anda sudah memastikan diri untuk running dalam pilwali?

Ada beberapa kawan yang mempertanyakan apakah pemunculan gambar-gambar itu berkaitan dengan keinginan saya untuk maju dalam Pilwali Kota Mojokerto. Atas pertanyaan itu, saya tidak menjawabnya ya atau tidak. Karena urusan pencalonan dalam pilwali merupakan urusan masyarakat yang direpresentasikan melalui partai-partai politiknya.

Yang terpenting bagi saya adalah, memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran untuk membuka kesadaran bersama, bahwa faktanya Kota Mojokerto sampai saat ini cukup jauh tertinggal dengan kota-kota lain di sekitarnya. Nah, untuk itu, seluruh elemen masyarakat harus bahu-membahu memulai langkah-langkah perubahan yang diperlukan, guna mengejar ketertinggalan.

Apakah Anda optimistis Kota Mojokerto dapat menggapai sebuah capaian lebih dari saat ini?

Saya sangat optimistis. Itu bukan isapan jempol semata. Karena saya melihat, sebenarnya Kota Mojokerto cukup potensial untuk berkembang lebih baik. Khususnya dengan mengoptimalkan posisinya sebagai kota perdagangan dan jasa. Mengingat posisinya sebagai penghubung dan penyangga Kota Surabaya. Terlebih setelah adanya bencana lumpur di Sidoarjo. Peluang kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan sangat tinggi.

Di sini yang diperlukan adalah kesadaran, kemauan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk menuju Kota Mojokerto lebih baik. Kesadaran, kemauan dan kebersamaan inilah yang coba saya bangkitkan melalui sumbangsih pemikiran-pemikiran yang akan saya komunikasikan secara terus-menerus. Saya yakin masih banyak masyarakat Kota Mojokerto yang peduli akan kemajuan kotanya. Semoga Allah SWT meridhoi niat baik kita semua, Amin.


About this entry