[Serial] Kosong itu isi, isi itu kosong
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Opini pada September 11, 2011
Biarlah segalanya berjalan apa adanya; mengalir seperti air; ini ungkapan yg kurang pas tapi sering kita dengar & di ‘amin’ i banyak orang. Jadi klo itu hal yang tidak baik akan berlarut-larut, trus kalau seperti ini biasanya yang muncul keinginan bersenang-senang versinya hawa nafsu, dulu saya sering terlena untuk hal seperti ini .. mungkin anda juga??
Manusia dikaruniai kemampuan MENYESUAIKAN yang luar biasa, oleh karena itu … kita pilih aja untuk hari-hari kita kegiatan POSITIF yang mungkin, dekat, simpel & bermanfaat untuk diri pribadi & orang lain .. baru dorong diri kita untuk menyesuaikan bahwa ini adalah hal yang menyenangkan … trus diupayakan peningkatannya dari hari ke hari …
Saya sedang mencobanya .. anda mau? mungkin ini jalan bahagia dunia akhirat?! amin …
… ditulis berdasarkan pemahaman bahwa kita ini Wayang, ada Dalangnya .. Dalang punya kemauan, jangan wayang mlaku sak karepe dewe (berjalan seenaknya sendiri) hehehehe .. kosong itu isi, isi itu kosong ….
ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko
Kosong itu isi — isi itu kosong …..
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Opini pada Juli 27, 2011
Orang bijak bilang hidup di dunia ini merupakan rangkaian proses belajar. Belajar disini bisa juga diartikan sebagai suatu proses pencarian. Pencarian terhadap rahasia kehidupan yang akan dibuka oleh NYA sedikit demi sedikit.
Agama berisi petunjuk & jawabannya diberikan NYA langsung pada peristiwa demi peristiwa yang kita hadapi. Tiap orang lain soal lain peristiwa.
Semoga saya, keluarga, teman & para pemimpin terhindar dari kesombongan serta terus & terus belajar .. amin..
Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko
Kebahagiaan, Kesenangan & Pengabdian
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Lingkungan Hidup pada Februari 18, 2011
Fitrah kebahagiaan terasa apabila ada kedekatan dengan Yang Maha Kuasa.
Fitrah kesenangan hidup ada dua yang utama, berkumpul dengan keluarga & berkumpul dengan sahabat & teman.
Yang lainnya adalah pengabdian pada masyarakat dan lingkungan.
Jadi, dengan modal fitrah kebahagiaan & fitrah kesenangan digunakan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat & lingkungan. Bukan sebaliknya, berinteraksi dengan masyarakat & lingkungan tujuan utamanya untuk mendapatkan sesuatu guna menunjang kesenangan ketika berkumpul dengan keluarga dan sahabat, kemudian melupakan fitrah kebahagiaan.
Rejeki mestinya dipahami sebagai efek samping dari pengabdian kepada masyarakat & lingkungan, bukan malah rejeki menjadi tujuan utama ketika berinteraksi dengan masyarakat & lingkungan.
Jadi, bekerja sesuai dengan kemampuan & keahlian kita masing-masing musti diniatkan sebagai pengabdian kepada masyarakat & lingkungan (tentu hanya karenaNya), untuk itu mudah-mudahan rejeki akan mengikuti, amin.
Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko
Banyak momen-momen cinta kasih yang bisa dan sudah kita rayakan ….
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Opini pada Februari 14, 2011
Hari kasih sayang yang diperingati sebagian orang pada hari ini, kalau ditarik asal muasalnya adalah memperingati suatu momen cinta kasih peristiwa tertentu. Kalau kita mengkaji secara lebih luas, terhadap hari-hari lain yang kita peringati bahkan diliburkan seperti Hari Kemerdekaan 17 Agustus, hari Pahlawan 10 November, hari lahir tokoh-tokoh agama dan lain-lain, itu semua juga memperingati momen cinta kasih peristiwa tertentu. Jadi kuranglah tepat apabila hari peringatan cinta kasih universal dikhususkan pada hari ini saja. Tetapi terlepas dari itu semua; kerukunan, saling menghormati dan tidak saling mengganggu harus senantiasa kita jaga ….
Damailah Indonesiaku tercinta ….
Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko
Sukses, memelihara & mengisi kesuksesan..
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Opini pada November 26, 2010
Perasaan cukup, perasaan tidak kekurangan, perasaan shukur inilah yg lebih tepat dibilang sukses yg hakiki.. Karena tentang rasa, untuk meraih sukses cukup dengan merenung & membangkitkan kesadaran pribadi, sebab Sang Maha telah memberikannya pada kita semua.. Hal utama setelah kita meraih kesuksesan adalah bagaimana memelihara & mengisinya..
Untuk memelihara kesuksesan yg efektif adalah menjaga komunikasi kita dg Sang Maha..
Untuk mengisi kesuksesan adalah bagaimana kita dapat bermanfaat kepada sesama kita dan lingkungan.. disinilah sebenarnya bukti nyata kita sebagai manusia.. Jadi semangat untuk dapat memberikan manfaat kepada sesama dan lingkungan inilah yg seharusnya mendasari usaha-usaha / upaya-upaya yg kita lakukan, bukan atas dasar ambisi pribadi untuk meraih kesuksesan semu (yg saat ini secara umum justru dibenarkan sebagai suatu kesuksesan)yaitu meraih jabatan tertentu / tingkat kekayaan materi tertentu / tingkat status sosial tertentu,, ini salah kaprah, kita akan terjebak dalam lingkaran nafsu yg menyesatkan bila seperti ini terus..
.. Sudah saatnya kita kembali kepada dasar yg seharusnya terhadap upaya-upaya / usaha-usaha yg kita lakukan yaitu.. semata-mata untuk dapat lebih bayak lagi peran kita dalam memberikan manfaat kepada orang lain & lingkungan kita.. Dengan dasar yg tepat, kita terhindar dari pikiran jahat, siasat licik dalam langkah kita.. apabila apa yg menjadi target upaya kita dapat diraih tidak akan timbul kesombongan,, begitu pula sebaliknya apabila belum berhasil tidak akan timbul penyesalan & putus asa, malah timbul semangat untuk mengupayakan kembal lebih giat lagii…
… Semoga diri pribadi penulis maupun teman-teman semua apabila yg terjebak dalam pencapaian kesuksesan semu dapat segera kembali kepada dasar dan langkah yg lebih tepat…, amin
Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko
Hormati perbedaan, bicarakan yang sama
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Opini pada November 15, 2010
Idul Adha segera tiba, kembali terjadi perbedaan tanggal, para alim ulama & para pakar telah membahasnya, dan menyimpulkan harus berbeda,,.. kita tinggal pilih ikut yg mana, tidak perlu memperdebatkannya lagi, tidak ada paksaan dalam beragama, klo ingin lebih yakin dapat mengkaji sendiri-sendiri. Justru yg lebih penting adalah makna yg tersirat dari idul adha. Pernahkah kita berpikir kenapa hari raya dlm islam itu ada dua, idul adha dan idul fitri?
Idul adha mengandung makna pengorbanan yg mana pengorbanan ini mesti ada dalam setiap kita “menjalankan segala perintahNYA”
Idul fitri mengandung makna bersih karena kita mampu ‘menahan/puasa’ yang mana menahan/puasa ini harus ada dalam setiap kita “menjauhi segala laranganNYA”
Menjalankan segala perintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA adalah inti dari perjalanan hidup dari lahir hingga ke liang kubur,, apakah karena ini alasan perlu dijadikan hari Raya? Hanya Alloh yg tahu…
…Yang jelas untuk kedua makna tersirat itu yakin tidak ada perbedaan.. inilah yang baik untuk dibicarakan guna peningkatan pelaksanaan “menjalankan perintahNYA & menjauhi laranganNYA” yang berkaitan dengan lingkungan kita masing-masing, baik di rumah maupun lingkungan pekerjaan atau komunitas2 yg lain…,
Bicarakan yang sama tidak cukup waktu kita, untuk perbedaan sebaiknya saling menghormati..
Selamat hari raya idul adha,, semoga semangat berkorban ada dalam setiap gerak dan langkah kita….amin,,
nb.. khusus kritik untuk Pemerintah demi menghormati perbedaan sebaiknya meliburkan juga mereka yg berbeda…
Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko
Desaku Negaraku
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Opini pada November 11, 2010
Banyaknya kekacauan di negeri ini, perbedaan bukan dicari titik temu dan hikmahnya malah dijadikan bahan pertentangan dan pertengkaran,, ketidak adilan dan lain2.. tapi negeri ini tetap Indonesia dan di dalam dada ini tetap berwarna Merah Putih.. Tidak bisa aku menghujat Negeri ini.. Sampean juga, jangan lakukan itu,, karna warna dada kita sama,, Merah Putih..
Dalam desa dimanapun kita tinggal ada ruang untuk mengabdi ke publik,, ada LPMK, BKM,Gardu Taskin, PKK, Karang Taruna, Koperasi, Paguyuban, RW, RT sudahkah kita disana?? Sudahkah ruang publik di desa kita berjalan dengan baik, mempunyai sistem yang adil, berpihak pada yang lemah dan bersahabat dengan lingkungan?? Baik bila kita perhatikan masalah2 nasional, sukur2 kita dapat mengambil bagian sebagai solusi di dalamnya,, Tapi Desa adalah lingkup terdekat kita, mari kita buktikan, ditengah kesibukan kita masing-masing, kita bisa ikut menata Desa, tidak hanya berkomentar,,
Kita lakukang dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah,, sampai terwujut desa kita yang “Tata, Titi & Tentrem”,, dan terus kita pertahankan,,
Andai Desaku “Tata, Titi & Tentrem”, desa Sampean juga “Tata, Titi &Tentrem”.. Indonesia pun akan “Tata, Titi & Tentrem”… Desaku Negaraku..
Untuk Para Pahlawan yang gigih mendirikan Negeri ini…..
Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko
Percakapan anak Manusia dan anak Lebah
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Opini pada Agustus 30, 2010
Percakapan sambil lalu, sang anak Manusia (Aman) dan sang anak Lebah (Abah)..
Aman : Abah,, hebat betul ya bangsamu itu lho, semua-semua aktifitas kalian itu keliatan rapi dan teratur..
Abah : Lha iya tha, kami itu dalam seluruh aktifitas kehidupan kami adalah satu koloni yang punya tugas masing-masing.
Aman : Mulai dari awal sampai akhir tugasnya sudah dibagi habis ya?
Abah : Lha iya tha, dari awal sampai akhirnya itu begini lho, ada yang kebagian tugas cari makan, ada yang kebagian tugas bangun
sarang dan mengurusi cadangan makanan, ada yang kebagian tugas menjaga sarang, ada yang kebagian tugas jadi pejantan
untuk kawin sama ratu lebah, ada yang kebagian tugas jadi ratu untuk beranak. Masing-masing bagian menjalankannya dengan
sebaik mungkin tanpa ada yang mengiri satu sama lain.
Aman : Ooo begitu, trus masing-masing bagian apa nggak bosan tuh dengan pekerjaan yang terus menerus sama?,,
Abah : Lha endak tho, kalau ada yang tertib ada yang tidak mungkin membosankan, tapi kalau tertib dalam kebersamaan itu mengasikan
lho,,
Aman : Trus kelebihan yang lain apa lagi??
Abah : Lha masih banyak tha, kami itu kalau cari makan tidak mau merugikan pihak lain, ketika kami menghisap sari bunga, kami tidak
hinggap tapi tetap terbang, karena kalau hinggap dapat merusak bunga itu. Dengan tetap terbang kami malah membantu
penyerbukan bunga menjadi buah;
Kami makan sari bunga sesuatu yang sangat baik, bukan yang kotor-kotor;
Kami tidak pernah mengganggu pihak lain, tapi kalau ada yang mengganggu, lebah penjaga akan mempertahankan diri sampai
mati sekalipun;
Makanan yang kami kumpulkan (madu) juga sangat bermanfaat bagi bangsamu itu.. (manusia);
Aman : Hebat benar ya kalian itu, andai bangsaku (manusia) apalagi di negaraku ini bisa meniru seperti kalian, tidak seperti sekarang
ini,, banyak kekacauan disana-sini, cari makan/rezeki membabi buta tidak peduli mendholimi orang lain, sikut sana-sini, tidak
peduli halal haram; Dikasih amanah tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh, wewenang dan fasilitas dipakai untuk
kepentingan pribadi keluarga dan kroni-kroni, kewajibannya ditinggalkan; Sistem/tatanan dibuat hanya untuk melanggengkan
kekuasaan; dan masih banyak lagi kekacauan yang banyak sekali untuk disebut satu-satu…
Abah : Hahaha… kamu ini lucu,, aku dan bangsaku ini apa? Hanya kelompok kecil lebah (dari sedemikian banyak jenis binatang), yang
memikirkan kehidupan kelompok kami sendiri. Walau tidak mengganggu, namun kami tidak mampu memikirkan kebaikan buat yang
lain. Kalau hanya mencontoh kami (walau kami mungkin yang terbaik diantara binatang-binatang yang lain), kayaknya tidak akan
cukup bekal kalian untuk ke Sorga,, karna kamipun tidak punya jatah untuk ke Sorga;
Hai teman!!,, kalau mau mencontoh kami itu boleh, tapi bukan untuk contoh yang tertinggi, melainkan contoh titik terendah
yang harus kalian lewati dan harus lebih baik dan jauh lebih baik. Kalian pasti bisa, karena kalian diciptakan dilengkapi dengan
kemampuan untuk menata dunia ini…
Aman : Terima kasih teman, kamu menyadarkan aku,, akan kusampaikan pada teman-temanku dan anak cucuku kelak,, tapi untuk orang
tuaku.. bisa ndak ya??
Di tulis oleh : Raden Djoni Sudjatmoko
Jago Partai Demokrat Batal Daftar Pilwali
Ditulis gustOmO dirdjOwidjOjO di Berita Kota pada Juli 19, 2008
Surabaya Post; Senin 14/07/2008
| 12:15:00 |
Mojokerto – Partai Demokrat Kota Mojokerto akhirnya mengurungkan niatnya mendaftarkan Calon Walikota Mojokerto ke KPUD Kota Mojokerto. Sehingga peserta Pemilihan Walikota Mojokerto tahun 2008 diikuti 4 pasang peserta.
Mereka berasal dari pasangan Ir H Abdul Gani Soehartono – Noercholis dengan sebutan (An Nur) dari PDIP, Hendro Suwono SH Mh – Suhartono SH (H2O) dari Partai Golkar dan PKS, Djoni Sudjatmoko – Abdullah Fanani (Sunan) dari PKB, dan Sholehhudin – Diaz Roychan ( Sandi) dari PAN, PKPI, Partai Patriot dan Partai Damai Sejahtera (PDS).
Urungnya Partai Demokrat memberangkatkan calonnya ikut Pilwali Kota Mojokerto karena partai yang diajak berkoalisi membatalkan bergabung di partai tersebut. Sehingga, jumlah suara yang dimiliki PD dan PPP tidak memenuhi persyaratan undang-undang Pilkada.
Wakil Ketua Partai Demokrat, Paulus Swasono saat dikonfirmasi di Kantor DPRD Kota Mojokerto, Senin (14/7) mengatakan, kegagalannya partainya mengusung calon sendiri dalam Pilwali ini, karena dua partai digandeng untuk berkoalisi mengurungkan niatnya. Keduanya adalah PPP dan PDS. Partai PPP ada kendala dengan kepengurusan, sedangkan PDS memutuskan berkoalisi dengan Partai Koalisi Pelangi (PAN,dan PDS).
Menurut dia, meskipun partainya tidak jadi mengusung calon sendiri, namun suara partainya optimistis akan menjadi rebutan pasangan calon walikota. Karena, partainya memiliki 3 kursi di parlemen.
Selain itu masih ada partai yang mengambil formulir pendaftaran yang tak mendaftarkan calonnya, seperti Partai Demokrat. Yakni Partai PKB versi Muhaimin. Namun, sampai kini Ketua PKB versi Muhaimin Kota Mojokerto, Iwan Rokhim belum bisa dikonfirmasi masalah ini.
Sedangkan Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto sekaligus tim sukses pemenangan pasangan An Nur (Abdul Gani Soehartono – Nurcholis) otimistis jagonya bisa meraih suara banyak. Karena, sekarang ini dia memiliki modal suara minimal 20%. Belum lagi ditambah dari dukungan masyarakat di luar pengurus, kader dan simpatisan PDIP.
Hal senada juga dikatakan, Rakhmat Sulfie tim pemenangan dari pasangan H2O( Hendro Suwono – Suhartono) yang kini juga memiliki modal dukungan suara 20 %. Suara itu diperoleh dari tiga partai koalisi Pratai Golkar, dan PKS.
Sedangkan Ketua DPC PKB Kota Mojokerto, Abdullah Fanani sekaligus calon Wakil Walikota dari PKB, optimistis pasangan SUNAN ( Djoni Sudjatmoko – Abdullah Fanani) akan mendapat suara lebih banyak dari pasangan lainnya. Karena sekarang ini partainya sudah memiliki modal dukungan suara 24%.
Yang tak kalah optimistisnya adalah, Drs Mulyadi, Ketua DPC PAN Kota Mojokerto, sekaligus tim pemenangan pasangan SANDI (Sholehhudin – Dias Roychan). Mantan Ketua LSM Dobrak yang bergerak dalam advokasi perburuhan di Mojokerto ini berjuang keras untuk memenangkan jagonya. “Kita sudah memiliki modal dukungan suara 20% dari tiga partai, dan kini akan kita tambah lagi dengan melakukan koalosi dengan parpol lain, dan masyarakat umum,” katanya.
Sementara Ketua KPUD Kota Mojokerto, Chusnun Amin SH membenarkan kalau Pilwali Kota Mojokerto diikuti 4 pasang calon. Mereka berasal dari pasangan An Nur, SUNAN, H2O, san Sandi.(bas)
