Golput + Money Politic = Jamaah Koruptor

Kalau diibaratkan sebuah keluarga, GOLPUT jadi Bapaknya, MONEY POLITIC jadi Ibunya, maka lahirlah anak Para KORUPTOR

 

Family-clip-art

Tinggalkan komentar

Logika Ketuhanan untuk Bangsa Indonesia Adil & Sejahtera

  1. Tugas Pemimpin & Politikus Terpilih serta jajarannya untuk menjadikan Indonesia adil dan Sejahtera;
  2. Untuk mewujudkan kondisi tersebut pada nomor 1 diatas, maka harus terlaksana tugas seluruh rakyat untuk mengikuti pemilu tanpa money politic dan golput, agar dapat ridho Tuhan YME untuk menggerakkan hati siapapun pemenang pemilu menjadi baik dan bertanggungjawab;
  3. Untuk mewujudkan kondisi tersebut pada nomor 2 diatas, maka harus ada Satria-satria Penggerak yang pantang menyerah dan terus menerus untuk menyadarkan mayoritas Rakyat terhadap tugasnya mengikuti pemilu tanpa golput dan money politic, dengan suatu gerakan yang teratur dan serentak, agar turun Ridho Tuhan YME;
  4. Tugas Tokoh-tokoh agama untuk bersungguh-sungguh membimbing umatnya bersama-sama mendoakan agar Indonesia menjadi Adil dan Sejahtera;
  5. Kehendak mayoritas rakyat atas kebaikan yang diwujudkan dalam tindakan nyata disukai dan PASTI di Ridhoi Tuhan YME

semoga dimengerti dan dilaksanakan..

Wahai Satria-satria Penggerak sudah saatnya sampean Muncul

ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

Meraih Ridho Tuhan YME Untuk Mewujudkan Bangsa Indonesia Menjadi Adil dan Sejahtera

Saat ini kita dihadapkan pada kondisi Negara tercinta Indonesia yang sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang bersusah hati karena banyaknya orang-orang yang tidak kapabel dan sarat dengan kepentingan pribadi yang memegang tampuk kekuasaan, sehingga mengakibatkan :

  • Kondisi Pemerintahan (Birokrasi ) Indonesia yang masih memprihatinkan;
  • Kondisi Penegakan Hukum yang sarat dengan hukum transaksional;
  • Kondisi Politik yang didominasi dengan politik uang;
  • Kondisi kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat yang mencerminkan tingkat kesenjangan yang tinggi;
  • Kondisi total hutang (luar dan dalam negeri) serta Porsi hutang dalam APBN yang semakin meningkat baik nominal maupun persentasenya.
  • Kondisi sosial kemasyarakatan yang mengarah kepada individualis, apatis dan materialis.

Terhadap kondisi seperti ini sebenarnya banyak sekali kalangan masyarakat yang prihatin, dan ada yang berusaha memperbaiki, ada yang serius memikirkan langkah-langkah pemecahannya, … Tapi hasilnya —–> BINGUNG ,,,

Mulai dari mana?

Pakai cara apa?

Sepertinya semua jalan sesuai teori-teori tata pemerintahan telah dijalankan, baik itu Sistemnya, Lembaganya maupun Dananya sudah disediakan, tapi hasilnya tetap saja ketemu jalan buntu, atau berliku-liku, sulit sekali ditempuh. Semua evaluasi dan analisis berujung pada kurangnya Integritas dan Profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) yang melaksanakan.

Bicara soal perbaikan SDM, semua teori juga telah diterapkan, mulai dari Lembaga Pengawas ditingkatkan baik internal maupun eksternal, sistem reward and punishment diperbaiki, berbagai pelatihan-pelatihan terus dilakukan, tapi hasilnya sedikit sekali perubahan yang dirasakan masyarakat.

Memang demikian adanya kalau bicara SDM, apalagi holding company Pemerintah Indonesia yang sangat besar dan beragam (lebih 4.500.000 jumlah PNS, belum termasuk Pegawai BUMN dan BUMD), akan menjadi sangat sulit untuk merubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan.

Ujungnya Malah muncul sikap mayoritas jadi penonton aja, pasrah mau jadi apa…

Memang kalau menggunakan logika berpikir yang umum, kondisi ini sudah seperti benang kusut yang sulit diketemukan ujung pangkalnya,,

.. Akan tetapi, sebenarnya ada jalan jitu yang bisa kita lakukan -mari kita coba berfikir keluar dari yang umum- kalau boleh kami istilahkan:

…………….. BERFIKIR DAN BERTINDAK DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA KETUHANAN…………….

Kurang lebih seperti ini:

Kehendak mayoritas yang diwujudkan dalam satu tindakan bersama dan teratur PASTI di ridhoi dan diberikan jalan oleh Tuhan YME;

Beberapa contoh di masa lalu:

  • Sumpah pemuda 28 oktober 1928 yang mempersatukan pemuda se Indonesia (kehendak mayoritas) telah membawa indonesia merdeka tahun 1945;
  • 10 November 1945, walaupun di ultimatum untuk meninggalkan Surabaya dan menyerahkan kekuasaan, yang ada masyarakat justru berbondong-bondong  masuk Surabaya, dari Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Malang dan lain-lain bersatu padu melawan Sekutu yang barusan memenangkan Perang Dunia ke II (kehendak mayoritas), diridhoi Tuhan yang dengan jalannya sendiri yaitu membunuh jenderal Malabi yang mengakibatkan Sekutu mundur dan pulang;
  • Gerakan Reformasi 1998, mahasiswa bersatu didukung mayoritas rakyat (kehendak mayoritas), walaupun kekuasaan bapak Suharto saat itu yang masih 100% didukung militer, diberikan jalan oleh NYA, dengan menggerakkan hati dan pikiran bapak Suharto, sehingga beliau bersedia menyerahkan jabatan; dan lain-lain.

Tentunya kita bersama masih ingat dan menghafal dengan baik, yaitu Pembukaan UUD 1945, alenia ke III “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkoan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”, serta Sila Pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dari kedua kalimat tersebut sebenarnya Para Pendiri Negeri ini telah berpesan / mengamanatkan dua (2) hal utama untuk dijadikan pegangan bagi anak cucunya guna melanjutkan dan mengisi kemerdekaan negeri ini yaitu:

  • Bahwa Kemerdekaan Negeri ini dapat diraih semata-mata adalah atas Ridho Tuhan YME, yang diberikan sebagai hadiah atas kerja keras yang dilakukan oleh mayoritas rakyat indonesia yang dilakukan secara bersama-sama dengan pengorbanan jiwa dan harta serta strategi jitu para penggeraknya;
  • Bahwa untuk mengisi kemerdekaan guna meraih kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat indonesia, harus dilakukan dengan senantiasa mengedepankan untuk meraih Ridho Tuhan YME, pesan ini tercermin dengan ditempatkannya sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila Pertama Pancasila Dasar Negara Republik Indonesia.

Di era Demokrasi ini, kehendak mayoritas Rakyat Indonesia untuk meraih Ridho Tuhan YME, agar menjadi lebih baik, berubah dari kondisi negara seperti tersebut diatas menjadi kondisi yang lebih Adil dan Sejahtera, hanya dapat diwujutkan melalui gerakan yang dilakukan bersama-sama mayoritas rakyat Indonesia, yang dipelopori oleh mereka-mereka yang peduli, dengan gerakan yang teratur dan terukur dalam satu barisan yang kokoh, yaitu :

  • TOLAK POLITIK UANG, YANG LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG;
  • TOLAK GOLPUT.

Kenapa demikian? Karena pada sistem negara demokrasi Indonesia, tugas utama seluruh rakyat adalah mengikuti Pemilu, memilih wakil rakyat dan Pemimpin eksekutif secara sadar dan bertanggungjawab.

Dengan gerakan tersebut diatas tujuannya menunjukkan kepada Tuhan YME bahwa rakyat Indonesia secara mayoritas mau menjadi lebih baik dan mewujutkannya dalam satu tindakan yang terarah dalam satu barisan yang kokoh. Disini yang dicari adalah Ridho Tuhan Yang YME. Siapapun yang dipilih oleh masing-masing rakyat, cukup dengan analisa berdasarkan kemampuan mereka masing-masing menyerap informasi yang ada, yang penting tidak Golput dan tidak Money Politic, maka Pasti yang dimenangkan oleh Tuhan YME akan membawa kebaikan bagi Bangsa Indonesia untuk menjadi adil dan sejahtera.

JADI: Agar Indonesia menjadi lebih baik, yang dibutuhkan adalah Ridho Tuhan YME untuk menunjuk dan membuat siapapun para Pemimpin beserta jajarannya di Eksekutif, legislatif dan Yudikatif serta lembaga-lembaga Formal dan Non Formal di Negeri ini, menjadi baik dan bertanggungjawab.

Tiada sesuatupun di dunia ini dapat terjadi tanpa melalui kehendak dan ridho Tuhan YME.

Kami yakin bahwa seluruh rakyat Indonesia sebenarnya bukan tidak mau menolak Golput dan Money Politic, tetapi selama ini mereka melakukan dan menerima Golput dan Money Politik hanya karena Belum Ada Alasan Yang Kuat Untuk Menolaknya…

Demikian hasil pembahasan Forun Aku Cinta Indonesia untuk dibaca, dipahami, disebarluaskan dan dilaksanakan seluruh rayat Indonesia yang setuju dan peduli Perubahan Bangsa Indonesia menjadi lebih baik, Perubahan Rakyat Indonesia menjadi Adil dan Sejahtera.

Dengan ini kami namakan gerakan moral ini adalah :

MERAIH RIDHO TUHAN YME UNTUK MEWUJUDKAN BANGSA INDONESIA ADIL & SEJAHTERA.

ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

[Serial] Kosong itu isi, isi itu kosong

Biarlah segalanya berjalan apa adanya; mengalir seperti air; ini ungkapan yg kurang pas tapi sering kita dengar & di ‘amin’ i banyak orang. Jadi klo itu hal yang tidak baik akan berlarut-larut, trus kalau seperti ini biasanya yang muncul keinginan bersenang-senang versinya hawa nafsu, dulu saya sering terlena untuk hal seperti ini .. mungkin anda juga??

Manusia dikaruniai kemampuan MENYESUAIKAN yang luar biasa, oleh karena itu … kita pilih aja untuk hari-hari kita kegiatan POSITIF yang mungkin, dekat, simpel & bermanfaat untuk diri pribadi & orang lain .. baru dorong diri kita untuk menyesuaikan bahwa ini adalah hal yang menyenangkan … trus diupayakan peningkatannya dari hari ke hari …

Saya sedang mencobanya .. anda mau? mungkin ini jalan bahagia dunia akhirat?! amin …

… ditulis berdasarkan pemahaman bahwa kita ini Wayang, ada Dalangnya .. Dalang punya kemauan, jangan wayang mlaku sak karepe dewe (berjalan seenaknya sendiri) hehehehe .. kosong itu isi, isi itu kosong ….

ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

Kosong itu isi — isi itu kosong …..

Orang bijak bilang hidup di dunia ini merupakan rangkaian proses belajar. Belajar disini bisa juga diartikan sebagai suatu proses pencarian. Pencarian terhadap rahasia kehidupan yang akan dibuka oleh NYA sedikit demi sedikit.

Agama berisi petunjuk & jawabannya diberikan NYA langsung pada peristiwa demi peristiwa yang kita hadapi. Tiap orang lain soal lain peristiwa.

Semoga saya, keluarga, teman & para pemimpin terhindar dari kesombongan serta terus & terus belajar .. amin..

Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

Kebahagiaan, Kesenangan & Pengabdian

Fitrah kebahagiaan terasa apabila ada kedekatan dengan Yang Maha Kuasa.

Fitrah kesenangan hidup ada dua yang utama, berkumpul dengan keluarga & berkumpul dengan sahabat & teman.

Yang lainnya adalah pengabdian pada masyarakat dan lingkungan.

Jadi, dengan modal fitrah kebahagiaan & fitrah kesenangan digunakan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat & lingkungan. Bukan sebaliknya, berinteraksi dengan masyarakat & lingkungan tujuan utamanya untuk mendapatkan sesuatu guna menunjang kesenangan ketika berkumpul dengan keluarga dan sahabat, kemudian melupakan fitrah kebahagiaan.

Rejeki mestinya dipahami sebagai efek samping dari pengabdian kepada masyarakat & lingkungan, bukan malah rejeki menjadi tujuan utama ketika berinteraksi dengan masyarakat & lingkungan.

Jadi, bekerja sesuai dengan kemampuan & keahlian kita masing-masing musti diniatkan sebagai pengabdian kepada masyarakat & lingkungan (tentu hanya karenaNya), untuk itu mudah-mudahan rejeki akan mengikuti, amin.

Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

Banyak momen-momen cinta kasih yang bisa dan sudah kita rayakan ….

Hari kasih sayang yang diperingati sebagian orang pada hari ini, kalau ditarik asal muasalnya adalah memperingati suatu momen cinta kasih peristiwa tertentu. Kalau kita mengkaji secara lebih luas, terhadap hari-hari lain yang kita peringati bahkan diliburkan seperti Hari Kemerdekaan 17 Agustus, hari Pahlawan 10 November, hari lahir tokoh-tokoh agama dan lain-lain, itu semua juga memperingati momen cinta kasih peristiwa tertentu. Jadi kuranglah tepat apabila hari peringatan cinta kasih universal dikhususkan pada hari ini saja. Tetapi terlepas dari itu semua; kerukunan, saling menghormati dan tidak saling mengganggu harus senantiasa kita jaga ….

Damailah Indonesiaku tercinta ….

Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

Sukses, memelihara & mengisi kesuksesan..

Perasaan cukup, perasaan tidak kekurangan, perasaan shukur inilah yg lebih tepat dibilang sukses yg hakiki.. Karena tentang rasa, untuk meraih sukses cukup dengan merenung & membangkitkan kesadaran pribadi, sebab Sang Maha telah memberikannya pada kita semua.. Hal utama setelah kita meraih kesuksesan adalah bagaimana memelihara & mengisinya..

Untuk memelihara kesuksesan yg efektif adalah menjaga komunikasi kita dg Sang Maha..

Untuk mengisi kesuksesan adalah bagaimana kita dapat bermanfaat kepada sesama kita dan lingkungan.. disinilah sebenarnya bukti nyata kita sebagai manusia.. Jadi semangat untuk dapat memberikan manfaat kepada sesama dan lingkungan inilah yg seharusnya mendasari usaha-usaha / upaya-upaya yg kita lakukan, bukan atas dasar ambisi pribadi untuk meraih kesuksesan semu (yg saat ini secara umum justru dibenarkan sebagai suatu kesuksesan)yaitu meraih jabatan tertentu / tingkat kekayaan materi tertentu / tingkat status sosial tertentu,, ini salah kaprah, kita akan terjebak dalam lingkaran nafsu yg menyesatkan bila seperti ini terus..

.. Sudah saatnya kita kembali kepada dasar yg seharusnya terhadap upaya-upaya / usaha-usaha yg kita lakukan yaitu.. semata-mata untuk dapat lebih bayak lagi peran kita dalam memberikan manfaat kepada orang lain & lingkungan kita.. Dengan dasar yg tepat, kita terhindar dari pikiran jahat, siasat licik dalam langkah kita.. apabila apa yg menjadi target upaya kita dapat diraih tidak akan timbul kesombongan,, begitu pula sebaliknya apabila belum berhasil tidak akan timbul penyesalan & putus asa, malah timbul semangat untuk mengupayakan kembal lebih giat lagii…

… Semoga diri pribadi penulis maupun teman-teman semua apabila yg terjebak dalam pencapaian kesuksesan semu dapat segera kembali kepada dasar dan langkah yg lebih tepat…, amin

Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

Hormati perbedaan, bicarakan yang sama

Idul Adha segera tiba, kembali terjadi perbedaan tanggal, para alim ulama & para pakar telah membahasnya, dan menyimpulkan harus berbeda,,.. kita tinggal pilih ikut yg mana, tidak perlu memperdebatkannya lagi, tidak ada paksaan dalam beragama, klo ingin lebih yakin dapat mengkaji sendiri-sendiri. Justru yg lebih penting adalah makna yg tersirat dari idul adha. Pernahkah kita berpikir kenapa hari raya dlm islam itu ada dua, idul adha dan idul fitri?

Idul adha mengandung makna pengorbanan yg mana pengorbanan ini mesti ada dalam setiap kita “menjalankan segala perintahNYA”

Idul fitri mengandung makna bersih karena kita mampu ‘menahan/puasa’ yang mana menahan/puasa ini harus ada dalam setiap kita “menjauhi segala laranganNYA”

Menjalankan segala perintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA adalah inti dari perjalanan hidup dari lahir hingga ke liang kubur,, apakah karena ini alasan perlu dijadikan hari Raya? Hanya Alloh yg tahu…

…Yang jelas untuk kedua makna tersirat itu yakin tidak ada perbedaan.. inilah yang baik untuk dibicarakan guna peningkatan pelaksanaan “menjalankan perintahNYA & menjauhi laranganNYA” yang berkaitan dengan lingkungan kita masing-masing, baik di rumah maupun lingkungan pekerjaan atau komunitas2 yg lain…,

Bicarakan yang sama tidak cukup waktu kita, untuk perbedaan sebaiknya saling menghormati..

Selamat hari raya idul adha,, semoga semangat berkorban ada dalam setiap gerak dan langkah kita….amin,,

nb.. khusus kritik untuk Pemerintah demi menghormati perbedaan sebaiknya meliburkan juga mereka yg berbeda…

Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

Desaku Negaraku

Banyaknya kekacauan di negeri ini, perbedaan bukan dicari titik temu dan hikmahnya malah dijadikan bahan pertentangan dan pertengkaran,, ketidak adilan dan lain2.. tapi negeri ini tetap Indonesia dan di dalam dada ini tetap berwarna Merah Putih.. Tidak bisa aku menghujat Negeri ini.. Sampean juga, jangan lakukan itu,, karna warna dada kita sama,, Merah Putih..

Dalam desa dimanapun kita tinggal ada ruang untuk mengabdi ke publik,, ada LPMK, BKM,Gardu Taskin, PKK, Karang Taruna, Koperasi, Paguyuban, RW, RT sudahkah kita disana?? Sudahkah ruang publik di desa kita berjalan dengan baik, mempunyai sistem yang adil, berpihak pada yang lemah dan bersahabat dengan lingkungan?? Baik bila kita perhatikan masalah2 nasional, sukur2 kita dapat mengambil bagian sebagai solusi di dalamnya,, Tapi Desa adalah lingkup terdekat kita, mari kita buktikan, ditengah kesibukan kita masing-masing, kita bisa ikut menata Desa, tidak hanya berkomentar,,

Kita lakukang dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah,, sampai terwujut desa kita yang “Tata, Titi & Tentrem”,, dan terus kita pertahankan,,

Andai Desaku “Tata, Titi & Tentrem”, desa Sampean juga “Tata, Titi &Tentrem”.. Indonesia pun akan “Tata, Titi & Tentrem”… Desaku Negaraku..

Untuk Para Pahlawan yang gigih mendirikan Negeri ini…..

Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko

Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.